Ikhlaskan..

Rintik hujan pada subuh..
Bangunkan alam sadarku untuk ibadah..
Beberapa hari ini rasanya sendu..
Sama seperti hati dan pikiranku..

Aku merenung dibalik jendela..
Aku memandangi jalanan yg masih asing..
Aku berada di tempat yang belum membuatku nyaman..
Aku masih ingin berada di kesepianku..

Lukaku belum terobati dengan baik..
Amarahku masih berantakan..
Di tempat asing ini justru lukaku semakin parah..
Parahnya lagi, lagi dan lagi hanya bisa bungkam..

Cacian datang satu persatu atas lukaku..
Aku benar-benar tidak bisa marah..
Balasan tak sampai keluar di mulutku..
Padahal inginku hanya tenang..

Izinkan aku egois..
Izinkan aku nyaman..
Izinkan aku memperbaiki lukaku..
Percayalah ini tak mudah untuk ikhlas..

Namun, apa daya..
Keburukan selalu lebih besar dari kebaikan..
Perbaikan yang aku lakukan tak ada guna..
Keegoisanku saja yg terpancar..

Kau tau? Ikhlaskan orang yg kau sayang dihina bukanlah sesuatu yang lalu untuk dilupakan..

%d bloggers like this: